KARENA AKU TAK CANTIK...

22.33 Impian Nopitasari 0 Comments

Billahirrohmanirohim..
“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dengan bentuk yang sebaik2nya” (QS. At Tin : 4)
Ayat diatas menunjukkan bahwa Allah tidak menciptakan manusia dgn tdk asal2an. Coba baca kisah2 berikut, apakah kalian termasuk orang yang selalu membanggakan fisik yang diberikan Allah kepada kalian?
Kisah 1:
Sor e itu aku duduk2 di sekitar area Sriwedari, sehabis pulang dari Gramed aku tak langsung pulang ke kost, aku bertemu dengan keluarga yang kelihatannya bahagia dan SaMaRa, bapak ibu dgn keempat anaknya yang menggemaskan. Saat itu si Ibu bermain2 dengan anaknya, menjauhi suaminya, kebetulan aku du2k didekat bapak itu dgn anaknya yg masih kecil. Singkat cerita kami ngobrol ttg banyak hal, tak ku sangka bapak itu terbuka sekali bercerita padaku, bahkan masalah pribadinya. Aku sendiri malah pekewuh krn ku lihat bapak itu adalah aktivis dakwah (ikhwan) yg biasanya pantang bercerita masalah pribadi pada orang lain, terutama lawan jenis yg bkn mahramnya, ya aku hanya bisa mendengarkan, itung2 observasi gratis, krn penulis adalah observer  juga. Ketika tiba2 ia berkata
“ mbak, sebenernya saya nggak bahagia dengan rumah tangga yang saya jalani”
Aku terkejut lalu aku balik bertanya “lha emange knp pak? Bukannya istri bapak wanita sholehah n brtanggung jwb, setidaknya itu kesan pertama saya melihatnya?”
“memang dia wanita yang baik, tapi dia TIDAK CANTIK!!!”
Betapa terkejutnya aku mendengar  jawabannya. Dia lalu bercerita dulu dia menikah tanpa melihat wajah calonnya terlebih dahulu, bahkan melihat fotonya pun ia tak mau, dia melakukan itu karena hanya mencoba ikhlas, mencoba tak mementingkan wajah dalam pilihannya. Proses ta’aruf itu dia serahkan sepenuhnya kepada Murabbinya. Tapi betapa kecewanya ketika ia du2k d pelaminan, wajah istrinya sangat tak sesuai dgn kriterianya, tp dia mencoba bertanggung jawab, selama berkeluarga dia penuhi kewajibannya sbg suami dan ayah, dia hanya tak mau menelantarkan mereka, walau sebenarnya ia sangat kecewa dgn wajah istrinya. Hemm..menurutku bapak itu adalah orang yg sok, knp tak mau melihat wajah calon istrinya dulu? Bukankah Rasulullah menganjurkan u/ melihat wajah calon kita, agar menimbulkan ketertarikan n kemantapan, memangnya ada yg mau beli kucing dlm karung? Berlagak pengin ikhlas tapi nyatanya? Aku membayangkan perasaan istrinya andai ia tahu masalah ini, pasti dia akan kecewa sekali, suami yg dibanggakannya ternyata tdk menyayanginya hanya karena dia TAK CANTIK! Sebagai perempuan, aku juga ingin keterusterangan dari lelaki, apabila ia tak menyukai aku, lebih baik katakan dari awal, jgn ucapkan akad itu jika hatinya tak ikhlas. Itu hanya akan menyiksa di kemudian hari. Kenapa bapak itu tak bersyukur dengan kesholeh-an istrinya, apa artinya wajah cantik kalau tak bisa mengantarkan kita ke surga? Aku tak bisa berbuat apa2 krn itu urusan rumah tangganya, walau andai diperbolehkan aku ingin sekali meninjunya…
Kisah 2:
Sewaktu aku du2k di SMP aku termasuk siswi berprestasi, Allah mempercayaiku untuk menyandang gelar rangking 1 selama 3th. Hampir semua mapel aku kuasai kecuali seni tari dan olahraga. Hal itu juga yang mungkin membuat guru2 mempercayaiku untuk mewakili sekolahku mengikuti olimpiade Sains, aku kebagian Fisika. Setiap kandidat lomba mendapat bimbingan khusus dari guru mapel yang bersangkutan. Teman2ku yang mengikuti olimpiade Biologi n Matematika sudah mendapat bimbingan dari guru2nya, tetapi aku belum juga. Aku hanya bisa berpositive thinking, mungkin beliau yg membimbingku kecapek’an atau sibuk. Tapi pada akhirnya aku dibimbing juga. Tapi entah kenapa aku merasa bapak guru itu tak membimbingku dengan sungguh2, aku juga hanya bisa berkhusnudzon, mungkin aku yg memang nggak mudheng dgn materinya. Tp rasa iri itu muncul ketika si bapak malah membimbing temanku yg kebagian mapel matematika, koq malah serius bgt mbimbing dia, bukannya tanggung jawabnya adalah mbimbing aku ya? Rasa kecewaku muncul ketika aku tak sengaja mendengar beliau bicara dgn orang, q lupa dengan siapa. Dengan enteng dia ngomong
“Males pak mbimbing Impian, bocahe GAK AYU”
Aku tersentak, oh begitukah cara pemikirannya sbg guru? Hanya mau mengajar sama siswi yang cantik2. Ternyata selama ini yang kulihat bukan hanya perasaanku saja. Beliau selalu memperhatikan teman2q yang cantik2, kalau member pengarahan kadang lebay bgt, hnya sama org2 itu2 saja, tapi kalau sama cwo atau cwe yang kurang cantik secara fisik, beliau ogah2an. Aku nggak nyesel dilahirkan dengan wajah yang pas2an, aku percaya inilah yang terbaik yang diberikan Allah padaku. Aku bersyukur tdk lahir secara cacat, aku sudah bahagia aku punya temen2 banyak, guru2 yang baik hati, org tua yang menyayangiku dan kemampuanku bersaing secara akademik tdk mengalami hambatan yang berarti. Tapi ada saja orang yg selalu mendeskriminasikan aku, tak terkecuali guruku sendiri. Aku kan mau mengikuti olimpiade fisika, bukan ikut ajang contest kecantikan, jadi apa salahku aku tak mendapat bimbingan intensif seperti teman2q yang lain? Akhirnya aku hanya bisa belajar sendiri, banyakin doa sm Allah dan minta doa dr orang tuaku, teman2q dan guru2 yg menyayangiku, terutama bu Har, yg mengajukan aku mengikuti olimpiade itu. Aku bersyukur dapat juara walau tak lolos untuk tingkat propinsi. Setelah itu aku agak males dgn fisika, walau tak nyampai menurunkan nilaiku, krn guru2 fisika yg kutemui kebetulan deskriminatif. Dulu pernah antusias dengan teknik otomotif tapi sekarang nggak, jadi trauma dgn fisika, walau sebenarnya alesanq nggak nyambung jg.
Kisah 3:
Aku terheran2 melihat akhwat menangis. Ia adalah seniorku, bs dibilang begitu. Karena aku sudah akrab dengannya, kutanya apa sebab ia menangis. Aku kaget ketika ia berkata bahwa dia iri padaku karena orang yang ia cintai lebih akrab sama aku, lebih nyambung sama aku, padahal aku dan dia lebih cantikan dia, lebih menarik dia. Lha???? Koq??? Beneran nih yang bilang seorag akhwat??? Masa’ pemikirannya kayak gt sih? Biasanya orang kayak gt sih nggak mentingin wajah, tapi koq apa yang dikatannya tu menunjukkan bahwa fisik adalah segalanya. Kontradiksi dengan cerita diatas, biasanya aku mendapat deskriminasi karena aku tak cantik, eh kali ini aku dicemburui karena AKU TAK CANTIK.
Hedeh, memang benar kata Alloh kalo manusia diciptakan berkeluh kesah lagi kikir (Al Maarij:19). Sudah dikasih wajah cantik ngeluh, nggak cantik apalagi. Kecuali orang yang takut terhadap azab Tuhannya lah (Al Maarij:27) yang bisa bersikap legowo dengan apa yang diberikan Allah. Merawat apa yang telah diberikan Allah, yakinlah bahwa Allah adalah The Best Creator. Memang tak memungkiri kadang kita merasa minder dengan wajah yang pas2an, sementara teman2 atau saudara kita lebih cantik/tampan dari kita. Tapi janganlah itu menjadi pengurang rasa syukur kita pada Sang Pencipta.
Tapi manusiawi  sih kalo manusia senang dgn hal2 yg indah, krn Alloh itu indah dan mencintai keindahan, tapi kan nggak harus keindahan fisik. Memang sih kesan pertama pada orang lain tetep pada tampilan fisik, karena kita belum mengenalnya secara mendalam. Aku pun begitu, kesan pertama pasti, wah masnya cakep, mbaknya cantik, baru lah setelah itu ah mbaknya cerewet masnya jutek. Ingin tampil menarik juga manusiawi, kdg akupun juga sebel  knp aku jerawatnya banyak sekali walau sudah dipa2in, sementara temanku wajahnya bersih tanpa diapa2in, ngiri deh,,hehe. Yah hanya sekedar itu sih, nggak lebih. Nggak nyampe cemburu sama orang karena dia lebih cantik dari aku, perasaan itu dikalahkan oleh cemburu karena kepintaran, kesholehan atau inner  beauty orang lain.
Maaf ya udah mengganggu dengan postingan ini, yah aku nulis ini karena nggak bisa tidur..hehe..

0 komentar: